Negara, Polisi dan Muballigh

Belakangan kita mendengarakan adanya langkah negara untuk mengawasi ceramah-ceramah yang disamapaikan para dai. Hal ini mengingatkan kita kembali kepada tindak tanduk pemerintahan militeristik penguasa masa lalu. Dapat dipastikan bahwa apabila hal ini dilakukan pemerintah tanpa hati-hati maka akan mengembalikan suasana tegang antara pemerintah dan umat Islam di tanah air.
Sebagai seorang Muslim memang agak aneh rasanya mendapat perlakuan seperti itu di negara yang mayoritas Muslim. Lain halnya apabila hal itu terjadi di daerah minoritas. Hal ini banyak dilakukan di Timur Tengah dimana negara secara sistematis mengebiri hak-hak warganya demi melindungi kepentingan penguasa yang bak tuhan tidak boleh dikritik.
Dengan demikian, negara dan polisinya harus benar-benar hati-hati dan bijak dalam melakukan langkah pengawasan ceramah-ceramah yang dianggap menabur benih kebencian antar kelompok.
Sebaliknya, para muballigh atau penceramah juga sebaiknya menyadari bahwa menebar benci atar kelompok lewat ceramah-ceramah keagamaan tidak akan pernah membawa manfaat bagi Islam, orang-orang Islam, apalagi orang lain. Sebaiknya kita mengedepankan akal sehat berdasarkan petunjuk dan contoh Nabi saw. dalam menyampaikan ajaran Islam. Nabi sangat santun dan cerdas dalam menjalankan dakwah Islam. Beliau tahu kapan harus tegas dan toleran dalam menyikapi masalah umat. Nabi tidak pernah menyebarkan Islam dengan cara-cara menjelek-jelekkan umat lain tanpa argumen yang kuat.
Wallahu A'lam bi-shshawaab

Read more...

"Ihwal Kota dan Puasa"

Sebuah uraian menarik dalam kolom opini Kompas tentang si kaya dan si miskin di Jakarta pada bulan Ramadhan. Satu poin yang sangat penting untuk dipahami bahwa pemukiman kumuh di Jakarta tidak terlepas dari model pembangunan nasional dan global sekarang yang tidak mengedepankan prinsip kemanusiaan dan keadilan. Silahkan buka link http://m.kompas.com/news/read/data/2009.08.21.04455132

Read more...

Marhaban Ya Ramadhan 1430 H

Sebagaimana umat Islam di seluruh penjuru dunia, umat Islam di Sulawesi Utara akan memasuki bulan suci Ramadhan dalam hitungan hari.
Dibandingkan daerah lain di Indonesia, Manado dan sekitarnya di Sulut memiliki suasana unik di saat memasuki bulan Ramadhan. Keunikan ini terlahir dari struktur sosial keagamaan masyarakat Sulut dimana umat Islam menjadi minoritas di tengah mayoritas umat Kristiani. Namun demikian, kondisi ini tidak mengurangi makna utama bulan suci Ramadhan. Bahkan, memiliki nilai sosial dan kemanusiaan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Saat orang-orang Islam menunaikan ibadah puasa dan ibadah lain yang dimaksudkan untuk menghidupkan dan menghadirkan suasana spiritual islami, orang-orang Kristen pun memperlihatkan solidaritas mereka. Mereka tidak makan atau minum di tempat terbuka demi menghargai saudara-saudara mereka yang Muslim. Dengan demikian, umat Islam dapat menjalani pendidikan rohani dengan manahan rasa lapar, dahaga serta manahan diri segala pikiran, ucapan dan tindakan yang bertentangan dengan nilai dan tujuan ibadah suci Ramadhan.
Sebagai umat Islam, tentu kita seyogyanya mensyukuri nikmat keindahan iman dalam perdamain seperti itu. Kesyukuran itu kita tunjukkan dengan amalan-amalan mulia sepanjang Ramadhan dengan harapan dapat dipertahankan sampai memasuki Ramadhan berikutnya.
Amalan-amalan ini antara lain: memberbanyak doa dan shalat sunnah di rumah dan di mesjid, meningkatkan bacaan, pemahaman dan pengamalan ayat-ayat al-Qur'an, meningkatkan rasa kebersamaan, kesatuan dan persatuan sebagai hamba Allah subhawata'ala serta memberbanyak amal kebaikan kepada sesama manusia.
Kami, CICG, mengucapkan selamat menyambut dan menjalani ibadah puasa Ramadhan 1430 H. Semoga umat Islam dan umat lain selalu dalam kedamaian di bawah petujunjuk ajaran agama kita masing-masing.

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP