Negara, Polisi dan Muballigh
Belakangan kita mendengarakan adanya langkah negara untuk mengawasi ceramah-ceramah yang disamapaikan para dai. Hal ini mengingatkan kita kembali kepada tindak tanduk pemerintahan militeristik penguasa masa lalu. Dapat dipastikan bahwa apabila hal ini dilakukan pemerintah tanpa hati-hati maka akan mengembalikan suasana tegang antara pemerintah dan umat Islam di tanah air.
Sebagai seorang Muslim memang agak aneh rasanya mendapat perlakuan seperti itu di negara yang mayoritas Muslim. Lain halnya apabila hal itu terjadi di daerah minoritas. Hal ini banyak dilakukan di Timur Tengah dimana negara secara sistematis mengebiri hak-hak warganya demi melindungi kepentingan penguasa yang bak tuhan tidak boleh dikritik.
Dengan demikian, negara dan polisinya harus benar-benar hati-hati dan bijak dalam melakukan langkah pengawasan ceramah-ceramah yang dianggap menabur benih kebencian antar kelompok.
Sebaliknya, para muballigh atau penceramah juga sebaiknya menyadari bahwa menebar benci atar kelompok lewat ceramah-ceramah keagamaan tidak akan pernah membawa manfaat bagi Islam, orang-orang Islam, apalagi orang lain. Sebaiknya kita mengedepankan akal sehat berdasarkan petunjuk dan contoh Nabi saw. dalam menyampaikan ajaran Islam. Nabi sangat santun dan cerdas dalam menjalankan dakwah Islam. Beliau tahu kapan harus tegas dan toleran dalam menyikapi masalah umat. Nabi tidak pernah menyebarkan Islam dengan cara-cara menjelek-jelekkan umat lain tanpa argumen yang kuat.
Wallahu A'lam bi-shshawaab
Read more...